Browse: Home / / Anugerah Dibalik Sebuah Wabah; Sejarah Epidemi Lepra di Tanah Karo (1894 – 1906)

Anugerah Dibalik Sebuah Wabah; Sejarah Epidemi Lepra di Tanah Karo (1894 – 1906)


ABSTRACT: This study discusses about the social history of communities in Tanah Karo when the epidemic of leprosy struck in the late 18th century. This topic is chosen because there are not many studies about the study of social history in Tanah Karo society, especially in the aspects of a disease outbreak. The issue in this study is the influence of the epidemic of leprosy control efforts towards social change society in Tanah Karo, 1906-1930's. To answer the point, this study uses the methods of history (historical method) by using three stages, heuristics, source criticism and interpretation (explanation). Written sources are used in the form of literature, archives, documents or secondary sources of books, journals, articles and magazines that obtained from the National Library and National Archives and Jakarta GBKP Karo of North Sumatra and Regional Library. Based on these results, it can be concluded, first, the society's negative attitudes towards the social environment and the natural environment has caused an outbreak of leprosy is endemic and affects people's economic decline and the emergence of new social problems. Second, the condition is then pushed the Colonial government to make efforts to overcome the system of \"separation and isolation\" of established settlements and Lau Simomo leprosy hospital in 1906. Third, prevention efforts have led to outbreaks of leprosy in the field of social change beliefs, education, economy, health as well as changes in the social field of the lepers in the settlement Lau Simomo and society in Tanah Karo, in other words there is no society in Tanah Karo untouched by the social changes resulting from efforts to control outbreaks of leprosy by the Colonial Government.

INTISARI: Penelitian ini membahas tentang sejarah sosial masyarakat di dataran tinggi Tanah Karo ketika wabah lepra melanda pada penghujung abad ke 18. Pengambilan tema ini disebabkan tidak banyak terdapat kajian-kajian tentang sejarah sosial masyarakat di Tanah Karo dengan melihat aspek suatu wabah penyakit. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah pengaruh upaya penanggulangan wabah lepra terhadap perubahan sosial masyarakat di Tanah Karo, 1906–1930 an. Untuk menjawab pokok permasalahan, penelitian ini menggunakan metode sejarah (historical method) dengan menggunakan tiga tahapan, Heuristik, Kritik sumber dan interpretasi (eksplanasi). Sumber tertulis yang digunakan berupa literature, arsip, dokumen maupun sumber skunder berupa buku, jurnal, artikel dan majalah yang diperoleh dari Perpustakaan Nasional Jakarta dan Arsip Nasional dan GBKP Tanah Karo dan Perpustakaan Daerah Sumatera Utara. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan, pertama, prilaku negatif masyarakat terhadap lingkungan sosial dan lingkungan alam telah menyebabkan wabah lepra menjadi endemik dan berdampak pada menurunnya perekonomian masyarakat serta munculnya masalah sosial baru. Kedua, Kondisi ini kemudian mendorong pemerintah Kolonial dengan pelaku utamanya adalah zending, untuk melakukan upaya penanggulangan dengan sistem “pemisahan dan pengisolasian” yaitu mendirikan pemukiman dan rumah sakit lepra Lau Simomo pada tahun 1906. Ketiga, Upaya penanggulangan wabah lepra telah menimbulkan perubahan sosial di bidang kepercayaan, pendidikan, ekonomi, kesehatan serta perubahan dalam bidang sosial terhadap para penderita lepra di pemukiman Lau Simomo dan masyarakat di Tanah Karo, dengan kata lain tidak ada masyarakat di Tanah Karo yang tidak tersentuh oleh perubahan sosial yang ditimbulkan dari upaya penanggulangan wabah lepra oleh pemerintah Kolonial dan para zending.